Hamam .......
Dalam perkemahan Penegak dan Pandega Pramuka Kwarcab Banyumas 1974, Hamam dkk ( PGA 6 TAhun Alhidayah Purwokerto ) menjadi Juara I Tri Stya dan Dasa Darma.
***
***
Hamam.......
Tamat PGA 6 Tahun diterima sebagai tenaga Tata Usaha di PGA 4 Tahun Ma'arif Cilongok yang kemudian alif fungsi menjadi MTs Ma'arif Cilongok.
***
***
Hamam......
Setelah berdiri SMP Ma'arif ( menyatu dengan MTs Ma'arif ) 1979, lapangan depan gedung dipagar untuk turnamen sepak bola. Upacara tetap dilaksanakan meski pemandangan menjadi kurang sedap. ( Juli 1979, Kepala SMP Ma'arif Cilongok, Desember 1979, merangkap tugas menjadi guru SD)
***
***
Hamam.......
Tahun 1988, menjadi Kepala SMK Ma'arif Cilongok. Tahun 2001 mendirikan Kejar Paket C / PKBM Nuju Pinter Cilongok.
***
***
Hamam......
Tahun 2005, PKBM Nuju Pinter berhasil mendapatkan Rekor MURI sebagai pembuat Majalah Dinding Terbesar.
Pimpinan Redaksi : Hamam
Anggota Redaksi : Siswa SMK, SMP, dan Warga Belajar Paket
C / Staf PKBM
***
Pimpinan Redaksi : Hamam
Anggota Redaksi : Siswa SMK, SMP, dan Warga Belajar Paket
C / Staf PKBM
***
Hamam....
2006. Hamam menunaikan ibadah hajibersama istri. Nama sebelum haji, Muhyi Fadlil.
Nama sesudah haji, Haji Muhyiddin Al-Mabruri ( HAMAM)
***
Nama sesudah haji, Haji Muhyiddin Al-Mabruri ( HAMAM)
***
Hamam.....
Menyelesaikan S1 masuk MURI menerbitkan Kalender 3000 tahun.
***
***
Hamam....
2001. Menjadi Penilik PGM selama 11 bulan di Cabang Dinas Pendidikan Purwojati.
Pamitan untuk kembali ke guru sebagai Guru BK (DPK) di SMP Ma'arif Cilongok.
***
Pamitan untuk kembali ke guru sebagai Guru BK (DPK) di SMP Ma'arif Cilongok.
***
Hamam....
Sepulang haji aktifitas Hamam terus berlanjut.......
Juni 2006
Hamam/PKBM Nuju Pinter menyelenggarakan lomba mencongak ( hitung luar kepala) dan hiburan.
November 2006
Mendirikan Museum Rekor Banyumas ( Muroban)
April 2008
Mendirikan IKABA (Institut Kemandirian Anak Bangsa)
Juni 2006
Hamam/PKBM Nuju Pinter menyelenggarakan lomba mencongak ( hitung luar kepala) dan hiburan.
November 2006
Mendirikan Museum Rekor Banyumas ( Muroban)
April 2008
Mendirikan IKABA (Institut Kemandirian Anak Bangsa)
Sabtu, 06 Desember 2008
SEKENARIO PEMENANGAN PEMILU PKB JATENG
SKENARIO PEMENANGAN PEMILU PKB JATENG
PROPINSI WILAYAH 2004 DAERAH KONTROL 7 % ASUMSI BPP 2009 ASUMSI 50% BPP TARGET KURSI 2009 TARGET SUARA 2009
KURSI SUARA
JATENG I SEMARANG 1 59.906 41.934 206.141 103.071 1 243.241
KENDAL 111.474 78.032
KOTA SALATIGA 6.518 4.563
KOTA SEMARANG 65.343 45.740
Total 243.241 170.269
JATENG II KUDUS 1 84.021 58.815 186.872 93.436 2 + 10.000= 299.000
JEPARA 89.821 62.875
DEMAK 114.676 80.273
Total 288.518 201.963
JATENG III GROBOGAN 2 102.856 71.999 201.680 100.840 2
BLORA 53.414 37.390
REMBANG 51.741 36.219
PATI 126.292 88.404
Total 334.303 234.012
JATENG IV WONOGIRI 1 9.738 6.817 194.369 97.184 0
KARANGANYAR 9.799 6.859
SRAGEN 20.638 14.447
Total 40.175 28.123
JATENG V BOYOLALI 41.970 29.379 222.371 111.185 1 + 8000 = 111.969, atau tambah 40 ribu jika berdasar asumsi terburuk
KLATEN 42.098 29.469
SUKOHARJO 14.389 10.072
KOTA SURAKARTA 5.512 3.858
Total 103.969 72.778
JATENG VI PURWOREJO 2 52.190 36.533 229.839 114.920 2 407.105
WONOSOBO 112.921 79.045
MAGELANG 181.990 127.393
TEMANGGUNG 56.245 39.372
KOTA MAGELANG 3.759 2.631
Total 407.105 284.974
JATENG VII PURBALINGGA 1 53.451 37.416 97.291 48.646 3 197.842
BANJARNEGARA 42.535 29.775
KEBUMEN 101.856 71.299
Total 197.842 138.489
JATENG VIII CILACAP 1 95.708 66.996 201.260 100.630 1 154.362
BANYUMAS 124.809 87.366
Total 220.517 154.362
JATENG IX TEGAL 2 196.748 137.724 195.381 97.691 2 Minamal mendapat 295.000
KOTA TEGAL 19.636 13.745
BREBES 196.489 137.542
Total 412.873 289.011
JATENG X BATANG 2 68.274 47.792 209.389 104.695 2 329.698
PEKALONGAN 136.192 95.334
PEMALANG 97.956 68.569
KOTA PEKALONGAN 27.276 19.093
Total 329.698 230.789
Penghitungan tahap 4
TOTAL 13 2.578.241 16
KETERANGAN
A Daerah kontrol adalah asumsi terburuk perolehan suara PKB dalam pemilu 2009 yang diperhitungkan berdasarkan trend hasil survey yang memproyeksikan penurunan suara PKB hingga 7 %. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk memproyeksikan kemungkinan terburuk perolehan suara bagi PKB 2009
B DAPIL I
1 Asumsi BPP 2009= 206.141, sedangkan 50% BPP= 103.071.
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (243.241 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 170.269, maka PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
C DAPIL II
1 Asumsi BPP 2009= 186.872, sedangkan 50% BPP= 93.436
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (288.518 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi, dimana 1 kursi dari tahap 1 dan 1 kursi dari tahap 2, apabila PKB bisa menambah suara +- 10 ribu untuk mengalahkan kompetitor terdekat Demokrat dengan 109.575
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 201.963, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
D DAPIL III
1 Asumsi BPP 2009= 201.680, sedangkan 50% BPP= 100.840
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (334.303 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 234.012, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
E DAPIL IV
1 Asumsi BPP 2009= 194.369, sedangkan 50% BPP= 97.184
2 Di Dapil IV, PKB sangat berat untuk mendapatkan kursi karena kecilnya perolehan suara
F DAPIL V
1 Asumsi BPP 2009= 222.371, sedangkan 50% BPP= 111.185
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (103.969 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 dengan catatan PKB mampu menambah suara sebesar +- 8 ribu
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 72.778, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009, jika mampu menambah suara sebesar 40 ribu
G DAPIL VI
1 Asumsi BPP 2009= 229.839, sedangkan 50% BPP= 114.920
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (407.105 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 284.974, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
H DAPIL VII
1 Asumsi BPP 2009= 97.291, sedangkan 50% BPP= 48.646
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (197.842 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 2 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 138.849 suara, PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009, namun di peringkat terakhir tahap 2
I DAPIL VIII
1 Asumsi BPP 2009= 201.260, sedangkan 50% BPP= 100.630
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (220.517 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 154.362, PKB masih berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
J DAPIL IX
1 Asumsi BPP 2009= 195.381, sedangkan 50% BPP= 97.691
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (412.873 suara), PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 289.011, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
K DAPIL X
1 Asumsi BPP 2009= 209.389, sedangkan 50% BPP= 104.695
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (329.689 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %), dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 230.789, PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009, dan 1 kursi di tahap 2 dengan catatan mampu menambah 4.500 suara
PROPINSI WILAYAH 2004 DAERAH KONTROL 7 % ASUMSI BPP 2009 ASUMSI 50% BPP TARGET KURSI 2009 TARGET SUARA 2009
KURSI SUARA
JATENG I SEMARANG 1 59.906 41.934 206.141 103.071 1 243.241
KENDAL 111.474 78.032
KOTA SALATIGA 6.518 4.563
KOTA SEMARANG 65.343 45.740
Total 243.241 170.269
JATENG II KUDUS 1 84.021 58.815 186.872 93.436 2 + 10.000= 299.000
JEPARA 89.821 62.875
DEMAK 114.676 80.273
Total 288.518 201.963
JATENG III GROBOGAN 2 102.856 71.999 201.680 100.840 2
BLORA 53.414 37.390
REMBANG 51.741 36.219
PATI 126.292 88.404
Total 334.303 234.012
JATENG IV WONOGIRI 1 9.738 6.817 194.369 97.184 0
KARANGANYAR 9.799 6.859
SRAGEN 20.638 14.447
Total 40.175 28.123
JATENG V BOYOLALI 41.970 29.379 222.371 111.185 1 + 8000 = 111.969, atau tambah 40 ribu jika berdasar asumsi terburuk
KLATEN 42.098 29.469
SUKOHARJO 14.389 10.072
KOTA SURAKARTA 5.512 3.858
Total 103.969 72.778
JATENG VI PURWOREJO 2 52.190 36.533 229.839 114.920 2 407.105
WONOSOBO 112.921 79.045
MAGELANG 181.990 127.393
TEMANGGUNG 56.245 39.372
KOTA MAGELANG 3.759 2.631
Total 407.105 284.974
JATENG VII PURBALINGGA 1 53.451 37.416 97.291 48.646 3 197.842
BANJARNEGARA 42.535 29.775
KEBUMEN 101.856 71.299
Total 197.842 138.489
JATENG VIII CILACAP 1 95.708 66.996 201.260 100.630 1 154.362
BANYUMAS 124.809 87.366
Total 220.517 154.362
JATENG IX TEGAL 2 196.748 137.724 195.381 97.691 2 Minamal mendapat 295.000
KOTA TEGAL 19.636 13.745
BREBES 196.489 137.542
Total 412.873 289.011
JATENG X BATANG 2 68.274 47.792 209.389 104.695 2 329.698
PEKALONGAN 136.192 95.334
PEMALANG 97.956 68.569
KOTA PEKALONGAN 27.276 19.093
Total 329.698 230.789
Penghitungan tahap 4
TOTAL 13 2.578.241 16
KETERANGAN
A Daerah kontrol adalah asumsi terburuk perolehan suara PKB dalam pemilu 2009 yang diperhitungkan berdasarkan trend hasil survey yang memproyeksikan penurunan suara PKB hingga 7 %. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk memproyeksikan kemungkinan terburuk perolehan suara bagi PKB 2009
B DAPIL I
1 Asumsi BPP 2009= 206.141, sedangkan 50% BPP= 103.071.
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (243.241 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 170.269, maka PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
C DAPIL II
1 Asumsi BPP 2009= 186.872, sedangkan 50% BPP= 93.436
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (288.518 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi, dimana 1 kursi dari tahap 1 dan 1 kursi dari tahap 2, apabila PKB bisa menambah suara +- 10 ribu untuk mengalahkan kompetitor terdekat Demokrat dengan 109.575
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 201.963, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
D DAPIL III
1 Asumsi BPP 2009= 201.680, sedangkan 50% BPP= 100.840
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (334.303 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 234.012, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
E DAPIL IV
1 Asumsi BPP 2009= 194.369, sedangkan 50% BPP= 97.184
2 Di Dapil IV, PKB sangat berat untuk mendapatkan kursi karena kecilnya perolehan suara
F DAPIL V
1 Asumsi BPP 2009= 222.371, sedangkan 50% BPP= 111.185
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (103.969 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 dengan catatan PKB mampu menambah suara sebesar +- 8 ribu
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 72.778, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009, jika mampu menambah suara sebesar 40 ribu
G DAPIL VI
1 Asumsi BPP 2009= 229.839, sedangkan 50% BPP= 114.920
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (407.105 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 284.974, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
H DAPIL VII
1 Asumsi BPP 2009= 97.291, sedangkan 50% BPP= 48.646
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (197.842 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 2 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 138.849 suara, PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009, namun di peringkat terakhir tahap 2
I DAPIL VIII
1 Asumsi BPP 2009= 201.260, sedangkan 50% BPP= 100.630
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (220.517 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 154.362, PKB masih berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009
J DAPIL IX
1 Asumsi BPP 2009= 195.381, sedangkan 50% BPP= 97.691
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (412.873 suara), PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 289.011, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009
K DAPIL X
1 Asumsi BPP 2009= 209.389, sedangkan 50% BPP= 104.695
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (329.689 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009
3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %), dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 230.789, PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009, dan 1 kursi di tahap 2 dengan catatan mampu menambah 4.500 suara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar