Otobiografi......

Hilangnya jabatan Eselon V di pemerintahan merupakan catatan tersendiri bagi Muhyi Fadlil, S.Pd. alias Mufas. Pasalnya, Mantan Guru Agama SD ini baru lima bulan diangkat menjadi Penilik Pembinaan Generasi Muda. Merasa kecewa atau putus asakah dia dengan kenyataan ini? Sama sekali tidak. Justru dia merasa semakin terbuka jalan untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Pikirannya menerawang jauh ke masa lalu, yang telah dilaluinya. Dua orang anaknya ketika masih di sekolah dasar ingin sekali diajar Bapak, suka dukanya mengelola sekolah swasta, upayanya mempertahankan statusnya sebagai pegawai negeri sipil, serta keinginannya untuk menjadi guru PDK. Pada sekolah swasta yang telah dirintisnya.

Dari sekian banyak masalah yang menggoda pikiran ayah dari dua anak ini, ada yang menarik untuk dipaparkan. Ketika itu, anak keduanya bernama Fauzi, meminta Mufas menceritakan kehidupannya pada waktu kecil.

"Dulu Ayah sekolah TK apa tidak?" tanya Fauzi bersemangat,

"Pada zaman Ayah dulu belum ada TK," jawab Pak Mufas sambil berpikir untuk meluruskan pertanyaan anaknya. "Oh ya, pertanyaanmu tadi ada yang perlu diralat."

"Karena Ayah tidak pernah sekolah di TK?"

"Betul, sampai sekarang memang tidak ada sekolah TK. Teman-teman Fauzi di SD, kan tidak semuanya dari TK?"

"Ya, memangnya kenapa?"

"Karena TK memang bukan sekolah, hanya tempat bermain bagi anak-anak usia prasekolah." ( .....sebagian isi buku yang berjudul "Jalan Masih Panjang" yang berhasil menjadi pemenang dalam Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan SD Depdiknas 2001 )

Hamam .......

Dalam perkemahan Penegak dan Pandega Pramuka Kwarcab Banyumas 1974, Hamam dkk ( PGA 6 TAhun Alhidayah Purwokerto ) menjadi Juara I Tri Stya dan Dasa Darma.



***


Hamam.......

Tamat PGA 6 Tahun diterima sebagai tenaga Tata Usaha di PGA 4 Tahun Ma'arif Cilongok yang kemudian alif fungsi menjadi MTs Ma'arif Cilongok.



***

Hamam......

Setelah berdiri SMP Ma'arif ( menyatu dengan MTs Ma'arif ) 1979, lapangan depan gedung dipagar untuk turnamen sepak bola. Upacara tetap dilaksanakan meski pemandangan menjadi kurang sedap. ( Juli 1979, Kepala SMP Ma'arif Cilongok, Desember 1979, merangkap tugas menjadi guru SD)


***

Hamam.......

Tahun 1988, menjadi Kepala SMK Ma'arif Cilongok. Tahun 2001 mendirikan Kejar Paket C / PKBM Nuju Pinter Cilongok.




***

Hamam......

Tahun 2005, PKBM Nuju Pinter berhasil mendapatkan Rekor MURI sebagai pembuat Majalah Dinding Terbesar.
Pimpinan Redaksi : Hamam
Anggota Redaksi : Siswa SMK, SMP, dan Warga Belajar Paket
C / Staf PKBM



***

Hamam....

2006. Hamam menunaikan ibadah hajibersama istri. Nama sebelum haji, Muhyi Fadlil.

Nama sesudah haji, Haji Muhyiddin Al-Mabruri ( HAMAM)




***

Hamam.....

Menyelesaikan S1 masuk MURI menerbitkan Kalender 3000 tahun.






***

Hamam....

2001. Menjadi Penilik PGM selama 11 bulan di Cabang Dinas Pendidikan Purwojati.



Pamitan untuk kembali ke guru sebagai Guru BK (DPK) di SMP Ma'arif Cilongok.


***

Hamam....

Sepulang haji aktifitas Hamam terus berlanjut.......

Juni 2006
Hamam/PKBM Nuju Pinter menyelenggarakan lomba mencongak ( hitung luar kepala) dan hiburan.







November 2006
Mendirikan Museum Rekor Banyumas ( Muroban)

April 2008
Mendirikan IKABA (Institut Kemandirian Anak Bangsa)

Sabtu, 06 Desember 2008

SEKENARIO PEMENANGAN PEMILU PKB JATENG

SKENARIO PEMENANGAN PEMILU PKB JATENG

PROPINSI WILAYAH 2004 DAERAH KONTROL 7 % ASUMSI BPP 2009 ASUMSI 50% BPP TARGET KURSI 2009 TARGET SUARA 2009
KURSI SUARA
JATENG I SEMARANG 1 59.906 41.934 206.141 103.071 1 243.241
KENDAL 111.474 78.032
KOTA SALATIGA 6.518 4.563
KOTA SEMARANG 65.343 45.740
Total 243.241 170.269
JATENG II KUDUS 1 84.021 58.815 186.872 93.436 2 + 10.000= 299.000
JEPARA 89.821 62.875
DEMAK 114.676 80.273
Total 288.518 201.963
JATENG III GROBOGAN 2 102.856 71.999 201.680 100.840 2
BLORA 53.414 37.390
REMBANG 51.741 36.219
PATI 126.292 88.404
Total 334.303 234.012
JATENG IV WONOGIRI 1 9.738 6.817 194.369 97.184 0
KARANGANYAR 9.799 6.859
SRAGEN 20.638 14.447
Total 40.175 28.123
JATENG V BOYOLALI 41.970 29.379 222.371 111.185 1 + 8000 = 111.969, atau tambah 40 ribu jika berdasar asumsi terburuk
KLATEN 42.098 29.469
SUKOHARJO 14.389 10.072
KOTA SURAKARTA 5.512 3.858
Total 103.969 72.778
JATENG VI PURWOREJO 2 52.190 36.533 229.839 114.920 2 407.105
WONOSOBO 112.921 79.045
MAGELANG 181.990 127.393
TEMANGGUNG 56.245 39.372
KOTA MAGELANG 3.759 2.631
Total 407.105 284.974
JATENG VII PURBALINGGA 1 53.451 37.416 97.291 48.646 3 197.842
BANJARNEGARA 42.535 29.775
KEBUMEN 101.856 71.299
Total 197.842 138.489
JATENG VIII CILACAP 1 95.708 66.996 201.260 100.630 1 154.362
BANYUMAS 124.809 87.366
Total 220.517 154.362
JATENG IX TEGAL 2 196.748 137.724 195.381 97.691 2 Minamal mendapat 295.000
KOTA TEGAL 19.636 13.745
BREBES 196.489 137.542
Total 412.873 289.011
JATENG X BATANG 2 68.274 47.792 209.389 104.695 2 329.698
PEKALONGAN 136.192 95.334
PEMALANG 97.956 68.569
KOTA PEKALONGAN 27.276 19.093
Total 329.698 230.789
Penghitungan tahap 4

TOTAL 13 2.578.241 16

KETERANGAN
A Daerah kontrol adalah asumsi terburuk perolehan suara PKB dalam pemilu 2009 yang diperhitungkan berdasarkan trend hasil survey yang memproyeksikan penurunan suara PKB hingga 7 %. Hal ini dapat dijadikan acuan untuk memproyeksikan kemungkinan terburuk perolehan suara bagi PKB 2009

B DAPIL I
1 Asumsi BPP 2009= 206.141, sedangkan 50% BPP= 103.071.
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (243.241 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 170.269, maka PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009

C DAPIL II
1 Asumsi BPP 2009= 186.872, sedangkan 50% BPP= 93.436
2 Apabila PKB mampu mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (288.518 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi, dimana 1 kursi dari tahap 1 dan 1 kursi dari tahap 2, apabila PKB bisa menambah suara +- 10 ribu untuk mengalahkan kompetitor terdekat Demokrat dengan 109.575

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 201.963, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

D DAPIL III
1 Asumsi BPP 2009= 201.680, sedangkan 50% BPP= 100.840
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (334.303 suara), maka PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 234.012, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

E DAPIL IV
1 Asumsi BPP 2009= 194.369, sedangkan 50% BPP= 97.184
2 Di Dapil IV, PKB sangat berat untuk mendapatkan kursi karena kecilnya perolehan suara
F DAPIL V
1 Asumsi BPP 2009= 222.371, sedangkan 50% BPP= 111.185
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (103.969 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 dengan catatan PKB mampu menambah suara sebesar +- 8 ribu

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 72.778, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009, jika mampu menambah suara sebesar 40 ribu

G DAPIL VI
1 Asumsi BPP 2009= 229.839, sedangkan 50% BPP= 114.920
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (407.105 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 284.974, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

H DAPIL VII
1 Asumsi BPP 2009= 97.291, sedangkan 50% BPP= 48.646
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (197.842 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 2 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 138.849 suara, PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009, namun di peringkat terakhir tahap 2

I DAPIL VIII
1 Asumsi BPP 2009= 201.260, sedangkan 50% BPP= 100.630
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (220.517 suara), maka akan berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 154.362, PKB masih berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 2 pada pemilu 2009

J DAPIL IX
1 Asumsi BPP 2009= 195.381, sedangkan 50% BPP= 97.691
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (412.873 suara), PKB berpeluang mendapatkan 2 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %) dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 289.011, PKB hanya akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009

K DAPIL X
1 Asumsi BPP 2009= 209.389, sedangkan 50% BPP= 104.695
2 Apabila PKB bisa mempertahankan perolehan suara pemilu 2004 (329.689 suara), PKB berpeluang mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 dan 1 kursi di tahap 2 pada pemilu 2009

3 Berdasarkan asumsi terburuk (daerah kontrol 7 %), dimana PKB diperkirakan akan mengalami penurunan suara hingga 230.789, PKB akan mendapatkan 1 kursi dari penghitungan tahap 1 pada pemilu 2009, dan 1 kursi di tahap 2 dengan catatan mampu menambah 4.500 suara

Tidak ada komentar: